Salatiga, (18 September 2023) – Suasana di SDN Salatiga 06 hari itu beda dari biasanya. Puluhan siswa berkumpul dengan wajah ceria dan penuh semangat. Ada apa sih? Ternyata, mereka lagi ikut sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Kegiatan ini dipandu langsung oleh kepala sekolah (Theresia Sri Rahayu, M.Pd) dengan bantuan para kader Adiwiyata. Jadi, ini bukan sekadar duduk manis dengerin ceramah, tapi juga ajang berbagi pengalaman seru soal menjaga lingkungan.
Di ruangan kayu yang adem, anak-anak dengan seragam putih-hijau khas SDN Salatiga 06 tampak antusias menyimak materi yang ditampilkan di layar. "Kalau bukan kita yang peduli sama lingkungan, siapa lagi?" ujar kepala sekolah dengan penuh semangat. Sontak, anak-anak mengangguk-angguk setuju. Gak mau kalah, para kader Adiwiyata juga unjuk gigi dengan membagikan cerita mereka tentang cara memilah sampah dan membuat ecobrick.
"Jadi gini, guys! Sampah itu jangan asal buang, ya! Kalau organik, bisa dijadiin kompos. Kalau anorganik, bisa dikreasikan jadi barang berguna," jelas salah satu kader Adiwiyata dengan gaya kekinian. Anak-anak pun mulai sadar kalau sampah bukan sekadar benda yang harus dibuang, tapi bisa jadi sesuatu yang bermanfaat kalau dikelola dengan baik.
Yang bikin makin seru, ada sesi tanya jawab dengan hadiah menarik. "Kalau plastik bisa didaur ulang, terus gimana cara ngurangin penggunaannya?" tanya seorang siswa dengan lugu. "Nah, ini dia! Kurangi pakai plastik sekali pakai, bawa tumbler sendiri, dan pakai tas belanja kain," jawab seorang kader Adiwiyata dengan penuh percaya diri. Langsung deh, si penanya dapat hadiah kecil tapi penuh makna.
Selain belajar soal sampah, siswa juga dikenalkan dengan konsep energi ramah lingkungan. "Kita di sekolah ini sudah keren, lho! Tinggal nambahin lagi alat listrik yang hemat energi dan ramah lingkungan," tambah kepala sekolah. Para siswa mulai berkhayal, gimana kalau nanti sekolah mereka punya panel surya atau lampu hemat energi yang kece?
Setelah sesi materi selesai, anak-anak langsung diajak praktik memilah sampah. Ada yang sibuk memilah plastik, ada yang excited dengan botol-botol bekas untuk ecobrick, dan ada juga yang mulai mikir buat bikin kompos dari sisa makanan di kantin. Wah, seru banget!
Di akhir acara, kepala sekolah berharap gerakan ini gak cuma sekadar seremonial. "Jangan sampai hari ini semangat, besok lupa! Jadikan ini kebiasaan sehari-hari, ya," pesannya. Para siswa pun berjanji bakal terus menjaga lingkungan, minimal mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekolah.
Dengan adanya sosialisasi ini, semoga SDN Salatiga 06 makin hijau, makin bersih, dan makin keren sebagai sekolah yang peduli lingkungan. Kalau sekolahnya asri, belajarnya pun jadi makin nyaman. Setuju, kan?
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar