https://salatiga06.blogspot.com/p/visi-dan-misi.html 2023 ~ SDN SALATIGA 06

Just another free Blogger theme

Kamis, 12 Oktober 2023


“Menanamkan Kebiasaan Positif Sejak Dini”

Energi merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk rumah tangga, industri, maupun lembaga pendidikan. Namun, penggunaan energi yang tidak efisien dapat menyebabkan pemborosan sumber daya alam dan berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan kepada generasi muda mengenai cara-cara menghemat energi. Kampanye penghematan energi di sekolah dasar adalah salah satu langkah yang efektif untuk menanamkan kebiasaan baik ini sejak dini.

Mengapa Kampanye Penghematan Energi di Sekolah Dasar Penting?

Anak-anak usia sekolah dasar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sangat mudah menyerap informasi baru. Kampanye penghematan energi di sekolah dasar tidak hanya mengajarkan mereka cara-cara efisien menggunakan energi, tetapi juga membentuk pola pikir mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menghemat energi bukan hanya soal mengurangi biaya, tetapi juga menjaga kelestarian alam untuk masa depan yang lebih baik.

Langkah-Langkah Kampanye Penghematan Energi di SD Negeri Salatiga 06

  1. Edukasi tentang Energi Kampanye dimulai dengan memberikan pemahaman dasar tentang apa itu energi dan mengapa penting untuk menghematnya. Siswa diberi penjelasan mengenai berbagai jenis energi, seperti energi listrik, energi panas, dan energi terbarukan, serta dampak buruk dari pemborosan energi terhadap lingkungan.
  2. Penerapan Praktik Penghematan Energi Setelah pemahaman dasar, siswa diajak untuk menerapkan praktik penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari mereka di sekolah. Misalnya:
    • Mematikan lampu dan perangkat elektronik lainnya setelah digunakan.
    • Menggunakan AC dan kipas angin secara bijak.
    • Menjaga suhu ruangan agar tetap nyaman tanpa terlalu bergantung pada pendingin udara.
    • Menggunakan ventilasi alami agar cahaya matahari bisa masuk tanpa perlu menyalakan lampu.
  3. Membuat Poster dan Kampanye Visual Untuk menarik perhatian, siswa kelas 5 diajak untuk membuat poster atau spanduk tentang penghematan energi. Ini juga bisa menjadi sarana bagi mereka untuk mengekspresikan ide-ide kreatif mereka tentang cara-cara menghemat energi yang telah dipelajari.
  4. Melakukan Kampanye ke Kelas Lain Setelah membuat poster, siswa kelas 5 kemudian melakukan kampanye secara berkelompok ke kelas-kelas lain dengan mempresentasikan poster tentang gerakan penghematan energi yang sudah mereka buat.
  5. Penerapan Kebijakan Sekolah Ramah Lingkungan Selain kegiatan di kelas, sekolah juga memperkenalkan kebijakan ramah lingkungan, seperti menggunakan peralatan yang hemat energi (lampu LED, kipas angin dengan teknologi rendah daya, dll) serta melakukan audit energi untuk mengetahui area mana yang perlu diperbaiki dalam hal penggunaan energi.

Manfaat Kampanye Penghematan Energi di Sekolah

  1. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa yang terlibat dalam kampanye ini akan lebih peduli terhadap dampak penggunaan energi terhadap lingkungan. Mereka akan lebih memahami pentingnya keberlanjutan dan peran mereka dalam menjaga bumi.
  2. Mengurangi Pemborosan Energi Dengan membiasakan penghematan energi sejak dini, siswa akan lebih disiplin dalam menghemat energi di kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah.
  3. Membangun Kebiasaan Positif Penghematan energi bukanlah kebiasaan yang bisa dibentuk dalam semalam. Melalui kampanye ini, siswa akan belajar untuk lebih bijak dalam penggunaan sumber daya alam dan menjadikannya bagian dari pola hidup mereka.
  4. Mempersiapkan Generasi yang Bertanggung Jawab Mendidik anak-anak tentang penghematan energi juga berarti mempersiapkan mereka untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya alam dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kesimpulan

Kampanye penghematan energi di sekolah dasar bukan hanya tentang mengajarkan anak-anak untuk mematikan lampu, tetapi juga untuk memahami pentingnya kelestarian lingkungan dan penggunaan energi yang bijak. Dengan langkah-langkah sederhana namun efektif, kita dapat membantu anak-anak untuk mengembangkan kebiasaan positif yang akan bermanfaat bagi mereka, masyarakat, dan bumi pada umumnya. Melalui kampanye ini, sekolah dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.








 

Selasa, 26 September 2023

Salatiga, 27 September 2023 - Suasana penuh semangat dan kreativitas mewarnai pembelajaran tematik seni musik di SDN Salatiga 06. Para siswa kelas 6 mengikuti kegiatan yang mengusung lagu Aku Cinta Lingkunganku, karya Ibu Ully Sigar Rusadi, sebagai media untuk menumbuhkan kesadaran dan rasa cinta terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang seni musik, tetapi juga memahami pesan mendalam dalam lagu yang mengajak untuk menjaga dan melestarikan alam. Dengan penuh antusias, mereka menampilkan karya presentasi seni musik, menyanyikan lagu dengan ekspresi dan penghayatan yang luar biasa. Menurut para guru, metode pembelajaran ini efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan secara menyenangkan. "Anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan ketika disampaikan melalui seni, karena mereka bisa mengekspresikan perasaan sekaligus belajar dengan cara yang menyenangkan," ujar salah satu guru pengampu. Diharapkan, melalui lagu ini, para siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. SDN Salatiga 06 terus berupaya menciptakan pembelajaran yang bermakna, menginspirasi siswa untuk mencintai alam, dan menjadi agen perubahan bagi lingkungan yang lebih baik. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi banyak orang! 🌿🎢
@belajaryuks23 Lagu Aku Cinta Lingkunganku (karya Ibu Ully Sigar Rusadi) Tema 9 kls 6 #kurikulum2013 #sdnsalatiga06 #laguakucintalingkungan #tema9 #kelas6b #materisdkls6 #fypγ‚·゚viral #fypγ‚· #dyptiktok ♬ suara asli - mputrogurusd

Minggu, 10 September 2023

Salatiga, (18 September 2023) – Suasana di SDN Salatiga 06 hari itu beda dari biasanya. Puluhan siswa berkumpul dengan wajah ceria dan penuh semangat. Ada apa sih? Ternyata, mereka lagi ikut sosialisasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). Kegiatan ini dipandu langsung oleh kepala sekolah (Theresia Sri Rahayu, M.Pd) dengan bantuan para kader Adiwiyata. Jadi, ini bukan sekadar duduk manis dengerin ceramah, tapi juga ajang berbagi pengalaman seru soal menjaga lingkungan.

Di ruangan kayu yang adem, anak-anak dengan seragam putih-hijau khas SDN Salatiga 06 tampak antusias menyimak materi yang ditampilkan di layar. "Kalau bukan kita yang peduli sama lingkungan, siapa lagi?" ujar kepala sekolah dengan penuh semangat. Sontak, anak-anak mengangguk-angguk setuju. Gak mau kalah, para kader Adiwiyata juga unjuk gigi dengan membagikan cerita mereka tentang cara memilah sampah dan membuat ecobrick.

"Jadi gini, guys! Sampah itu jangan asal buang, ya! Kalau organik, bisa dijadiin kompos. Kalau anorganik, bisa dikreasikan jadi barang berguna," jelas salah satu kader Adiwiyata dengan gaya kekinian. Anak-anak pun mulai sadar kalau sampah bukan sekadar benda yang harus dibuang, tapi bisa jadi sesuatu yang bermanfaat kalau dikelola dengan baik.

Yang bikin makin seru, ada sesi tanya jawab dengan hadiah menarik. "Kalau plastik bisa didaur ulang, terus gimana cara ngurangin penggunaannya?" tanya seorang siswa dengan lugu. "Nah, ini dia! Kurangi pakai plastik sekali pakai, bawa tumbler sendiri, dan pakai tas belanja kain," jawab seorang kader Adiwiyata dengan penuh percaya diri. Langsung deh, si penanya dapat hadiah kecil tapi penuh makna.

Selain belajar soal sampah, siswa juga dikenalkan dengan konsep energi ramah lingkungan. "Kita di sekolah ini sudah keren, lho! Tinggal nambahin lagi alat listrik yang hemat energi dan ramah lingkungan," tambah kepala sekolah. Para siswa mulai berkhayal, gimana kalau nanti sekolah mereka punya panel surya atau lampu hemat energi yang kece?

Setelah sesi materi selesai, anak-anak langsung diajak praktik memilah sampah. Ada yang sibuk memilah plastik, ada yang excited dengan botol-botol bekas untuk ecobrick, dan ada juga yang mulai mikir buat bikin kompos dari sisa makanan di kantin. Wah, seru banget!

Di akhir acara, kepala sekolah berharap gerakan ini gak cuma sekadar seremonial. "Jangan sampai hari ini semangat, besok lupa! Jadikan ini kebiasaan sehari-hari, ya," pesannya. Para siswa pun berjanji bakal terus menjaga lingkungan, minimal mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekolah.

Dengan adanya sosialisasi ini, semoga SDN Salatiga 06 makin hijau, makin bersih, dan makin keren sebagai sekolah yang peduli lingkungan. Kalau sekolahnya asri, belajarnya pun jadi makin nyaman. Setuju, kan?



Kamis, 24 Agustus 2023

 Air adalah sumber daya alam yang sangat penting untuk kehidupan kita. Salah satu sumber air yang bisa dimanfaatkan dengan bijak adalah air hujan. Hujan yang turun dari langit bisa kita tangkap dan manfaatkan, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan, seperti menyiram tanaman dan pembuatan biopori. Apa itu biopori dan bagaimana kita bisa memanfaatkan air hujan dengan baik? Yuk, kita pelajari lebih lanjut!

Mengapa Air Hujan Itu Penting?

Setiap kali hujan turun, ada banyak air yang jatuh dari langit dan bisa kita manfaatkan. Sayangnya, air hujan ini seringkali langsung mengalir begitu saja ke selokan dan sungai, bahkan bisa menimbulkan banjir. Padahal, jika kita bisa menampungnya, air hujan ini bisa berguna untuk berbagai kegiatan yang ramah lingkungan, seperti menyiram tanaman dan mengisi sumur resapan atau biopori.

Cara Menampung Air Hujan

Salah satu cara untuk memanfaatkan air hujan adalah dengan membuat sistem penampungan air hujan di rumah kita. Sistem ini biasanya terdiri dari beberapa komponen penting, seperti talang, pipa, dan bak penampungan. Begini cara kerjanya:

  1. Talang Air: Talang yang terpasang di atap rumah akan menangkap air hujan yang jatuh.
  2. Pipa Saluran: Air yang terkumpul di talang kemudian dialirkan melalui pipa saluran ke bak penampungan.
  3. Bak Penampungan: Air hujan disimpan di dalam bak atau tangki penampungan yang bisa berukuran kecil atau besar, tergantung kebutuhan.

Dengan menampung air hujan, kita dapat menghemat penggunaan air dari sumber lain yang lebih terbatas. Air hujan yang tertampung bisa digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk menyiram tanaman di kebun atau halaman rumah.


Menyiram Tanaman dengan Air Hujan

Salah satu manfaat utama dari menampung air hujan adalah untuk menyiram tanaman. Tanaman memerlukan air untuk tumbuh dengan baik. Biasanya, kita harus menggunakan air dari sumur atau PAM (Perusahaan Air Minum), yang bisa menjadi mahal atau terbatas. Namun, dengan menampung air hujan, kita bisa menggunakannya untuk menyiram tanaman tanpa harus khawatir menghabiskan banyak biaya.

Air hujan juga sangat baik untuk tanaman karena tidak mengandung bahan kimia yang biasanya ada dalam air ledeng. Oleh karena itu, air hujan lebih alami dan lebih sehat bagi tanaman.

Pembuatan Biopori: Solusi Pengolahan Air Hujan

Selain menyiram tanaman, air hujan juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan biopori. Biopori adalah lubang vertikal kecil yang dibuat di tanah untuk membantu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah. Tujuannya adalah agar air hujan bisa meresap ke dalam tanah dan tidak menggenang di permukaan. Selain itu, biopori juga membantu mengurangi risiko banjir, karena air hujan dapat terserap dengan baik ke dalam tanah.

Bagaimana cara membuat biopori? Caranya sangat mudah!

  1. Siapkan Alat: Untuk membuat biopori, kita perlu alat seperti bor tanah atau alat pembuatan lubang biopori. Lubang ini biasanya dibuat dengan diameter sekitar 10 cm dan kedalaman sekitar 1-2 meter.
  2. Tentukan Lokasi: Pilih lokasi yang tepat di halaman atau kebun. Biopori sebaiknya dibuat di tempat yang sering tergenang air hujan.
  3. Buat Lubang Biopori: Buat lubang secara vertikal sampai mencapai kedalaman yang cukup. Setelah itu, masukkan bahan organik seperti sampah daun atau ranting kecil ke dalam lubang. Bahan organik ini akan membusuk dan membantu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah.
  4. Perawatan: Setelah biopori selesai dibuat, pastikan untuk selalu memeriksa dan membersihkan lubang agar tidak tersumbat. Ini akan memastikan bahwa air hujan bisa terserap dengan maksimal.

Dengan adanya biopori, tanah di sekitar rumah kita akan menjadi lebih subur, karena air hujan yang diserap akan memberikan kelembapan yang dibutuhkan oleh tanaman dan tanah. Selain itu, biopori juga bisa mengurangi genangan air hujan di permukaan, yang dapat menghindari banjir dan kerusakan lingkungan.

Manfaat Menggunakan Air Hujan

Selain untuk menyiram tanaman dan membuat biopori, pemanfaatan air hujan juga membawa berbagai manfaat lainnya, seperti:

  1. Mengurangi Penggunaan Air Bersih: Dengan menggunakan air hujan, kita bisa mengurangi pemakaian air bersih dari PAM atau sumur yang mungkin terbatas.
  2. Membantu Meningkatkan Kualitas Tanah: Biopori yang dibuat dengan bantuan air hujan dapat meningkatkan kualitas tanah di sekitar rumah.
  3. Menghemat Biaya: Menggunakan air hujan untuk kegiatan seperti menyiram tanaman atau membersihkan halaman dapat menghemat biaya air setiap bulannya.
  4. Menjaga Kelestarian Lingkungan: Dengan memanfaatkan air hujan, kita membantu menjaga keberlanjutan sumber daya air dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Kesimpulan

Menggunakan air hujan dengan cara menampung dan memanfaatkannya untuk kegiatan sehari-hari seperti menyiram tanaman dan membuat biopori adalah langkah yang sangat baik untuk melestarikan lingkungan dan menghemat sumber daya alam. Selain itu, ini juga mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap alam dan sumber daya yang ada di sekitar kita. Jadi, ayo mulai menampung air hujan di rumah dan manfaatkan dengan bijak!


Jumat, 28 Juli 2023

 Ekstrakurikuler Pramuka di SDN Salatiga 06 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa agar lebih mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Dalam kegiatan ini, siswa dibimbing untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, serta berbagai keterampilan kepramukaan seperti tali-temali, sandi morse, penjelajahan, dan keterampilan bertahan di alam.

Sebagai bagian dari Sekolah Adiwiyata, Pramuka di SDN Salatiga 06 juga menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dalam setiap kegiatannya. Siswa diajarkan untuk menjaga kebersihan sekolah dan alam sekitarnya, melakukan kegiatan daur ulang sampah, serta menanam dan merawat tanaman di area sekolah. Selain itu, dalam kegiatan perkemahan atau jelajah alam, mereka diberikan pemahaman tentang pentingnya melestarikan lingkungan dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan tidak meninggalkan jejak sampah di alam.

Melalui ekstrakurikuler Pramuka, siswa tidak hanya dibekali keterampilan hidup dan kepemimpinan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan", mereka diajarkan untuk selalu menjaga dan mencintai alam sebagai bagian dari tanggung jawab terhadap bumi. ⛺🌿πŸ”₯










  Ekstrakurikuler Qiroah di SDN Salatiga 06 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membimbing siswa dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tajwid yang benar. Siswa diajarkan teknik membaca yang baik, pengucapan makhraj huruf yang tepat, serta memahami kaidah tajwid agar mampu melantunkan ayat-ayat suci dengan indah dan penuh penghayatan.

Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, kesabaran, dan kecintaan terhadap ilmu agama. Siswa yang mengikuti Qiroah sering mendapat kesempatan tampil dalam berbagai acara keagamaan di sekolah, seperti peringatan Maulid Nabi, Isra Mi’raj, dan kegiatan keislaman lainnya.

Melalui ekstrakurikuler ini, diharapkan siswa tidak hanya mahir dalam membaca Al-Qur’an tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bimbingan guru yang berkompeten, Qiroah menjadi sarana untuk membentuk generasi yang religius, berakhlak mulia, dan cinta terhadap Al-Qur’an. πŸ“–πŸŒŸ






Kamis, 27 Juli 2023

 

Ekstrakurikuler Dokter Kecil di SDN Salatiga 06 bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menjaga kesehatan diri sendiri serta membantu teman-teman di sekolah. Siswa yang tergabung dalam kegiatan ini dilatih untuk memahami pentingnya pola hidup sehat, pertolongan pertama, serta peran mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.

Sebagai bagian dari Sekolah Adiwiyata, Dokter Kecil juga mengintegrasikan materi lingkungan hidup dalam berbagai kegiatan. Siswa diajarkan cara mencuci tangan dengan hemat air, mengurangi penggunaan tisu dengan menggantinya menggunakan sapu tangan atau lap kain, serta memeriksa jentik nyamuk secara rutin di lingkungan sekolah untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. Selain itu, mereka juga diberikan edukasi tentang daur ulang air, misalnya dengan memanfaatkan air bekas cucian untuk menyiram tanaman di sekitar sekolah.

Melalui ekstrakurikuler ini, siswa tidak hanya menjadi agen kesehatan di sekolah, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan menerapkan kebiasaan sehat yang ramah lingkungan, mereka membantu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan bebas penyakit. πŸ₯πŸ’§πŸŒΏ





 

 Ekstrakurikuler lukis di SDN Salatiga 06 merupakan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan bakat seni mereka melalui berbagai teknik menggambar dan melukis. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan seni rupa, tetapi juga mengintegrasikan materi lingkungan hidup sebagai bentuk edukasi dan kepedulian terhadap alam.

Salah satu kegiatan utama dalam ekstrakurikuler ini adalah pembuatan poster bertema lingkungan, di mana siswa diajarkan bagaimana mengilustrasikan pesan-pesan penting tentang pelestarian alam, pengelolaan sampah, dan penghijauan melalui seni visual. Dengan menggabungkan unsur warna, komposisi, dan desain yang menarik, siswa dapat menyampaikan ide-ide mereka tentang lingkungan secara kreatif dan komunikatif.

Melalui ekstrakurikuler lukis, diharapkan siswa tidak hanya mengasah keterampilan seni mereka, tetapi juga semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan ini mendukung program Sekolah Adiwiyata, menjadikan seni sebagai media kampanye hijau yang inspiratif bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. 🌿🎨







 

Ekstrakurikuler Komputer di SDN Salatiga 06 bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menggunakan teknologi digital secara kreatif dan produktif. Dalam kegiatan ini, siswa diajarkan dasar-dasar komputer, penggunaan perangkat lunak, serta berbagai aplikasi desain dan pengolahan data yang bermanfaat untuk dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari Sekolah Adiwiyata, ekstrakurikuler komputer juga mengintegrasikan materi lingkungan hidup melalui pembuatan poster digital bertema pelestarian alam menggunakan aplikasi Canva. Siswa belajar merancang poster edukatif yang berisi pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, dan melestarikan alam. Poster yang telah dibuat kemudian disebarluaskan melalui media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, atau Facebook, sebagai bagian dari kampanye digital untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan.

Melalui ekstrakurikuler ini, siswa tidak hanya mengasah keterampilan teknologi, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pesan positif tentang kepedulian terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, mereka berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam melalui media digital. πŸ’»πŸŒΏπŸŽ¨








 

Ekstrakurikuler Seni Tari di SDN Salatiga 06 merupakan wadah bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan melestarikan budaya melalui gerak tari. Siswa diajarkan berbagai jenis tarian, mulai dari tari tradisional daerah hingga tari kreasi modern, dengan teknik yang baik dan penuh penghayatan. Selain melatih keluwesan tubuh dan kepercayaan diri, seni tari juga menanamkan nilai disiplin, kekompakan, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

Sebagai bagian dari Sekolah Adiwiyata, kegiatan seni tari di SDN Salatiga 06 juga mengintegrasikan materi lingkungan hidup dalam beberapa pertunjukan tari. Siswa diajak untuk membawakan tarian bertema alam, seperti tari yang menggambarkan keindahan hutan, sungai, atau kehidupan satwa. Selain itu, dalam pembuatan kostum, mereka juga diberikan edukasi tentang penggunaan bahan ramah lingkungan, seperti memanfaatkan kain daur ulang atau aksesori dari bahan alami.

Melalui ekstrakurikuler Seni Tari, siswa tidak hanya belajar menari dengan indah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui seni. Dengan gerak dan ekspresi, mereka menyampaikan pesan kepedulian terhadap alam serta menginspirasi orang lain untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan. πŸŒΏπŸ’ƒπŸŒŽ




 

Ekstrakurikuler Bina Vokalia di SDN Salatiga 06 merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam seni vokal serta meningkatkan kepercayaan diri dalam bernyanyi. Siswa dilatih teknik vokal, pernapasan, intonasi, dan ekspresi agar mampu menyampaikan pesan melalui lagu dengan baik.

Sebagai bagian dari Sekolah Adiwiyata, materi lingkungan hidup juga diintegrasikan dalam kegiatan ini. Siswa diajak untuk membawakan lagu-lagu bertema alam dan pelestarian lingkungan, seperti lagu tentang keindahan bumi, pentingnya menjaga kebersihan, serta ajakan untuk mengurangi sampah plastik. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk menciptakan lagu sederhana yang mengandung pesan cinta lingkungan, sehingga dapat menjadi media edukasi yang menyenangkan bagi teman-teman sebaya.

Melalui Bina Vokalia, siswa tidak hanya belajar bernyanyi dengan baik, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam kampanye pelestarian lingkungan melalui seni musik. Dengan suara mereka, mereka menyebarkan semangat kepedulian terhadap alam, menjadikan musik sebagai alat inspiratif dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. 🎢🌿










 

Rabu, 26 Juli 2023

 Ekstrakurikuler Rebana di SDN Salatiga 06 merupakan kegiatan seni musik Islami yang bertujuan untuk mengembangkan bakat siswa dalam memainkan alat musik rebana serta memperdalam kecintaan terhadap seni religi. Dalam kegiatan ini, siswa diajarkan teknik dasar memainkan rebana, kekompakan dalam grup, serta membawakan sholawat dan lagu-lagu Islami dengan harmonisasi yang indah.

Selain sebagai sarana pengembangan bakat, ekstrakurikuler rebana juga menanamkan nilai-nilai religius, kebersamaan, dan kedisiplinan dalam diri siswa. Melalui latihan rutin, mereka belajar bekerja sama dalam tim, meningkatkan kepercayaan diri saat tampil, serta memahami makna dari syair-syair yang dinyanyikan.

Ekstrakurikuler ini sering tampil dalam berbagai acara sekolah maupun kegiatan keagamaan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan mengikuti Rebana, siswa tidak hanya belajar bermusik, tetapi juga semakin mencintai budaya Islami serta menumbuhkan rasa hormat dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. πŸŽΆπŸŒ™







Jumat, 14 Juli 2023

Salatiga, 14 Juli 2023 – Biasanya bulan Juli identik dengan liburan, tapi di SDN Salatiga 06, liburan justru diisi dengan kegiatan yang super keren! Kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik gak sekadar santai di rumah, mereka malah turun langsung ke sungai buat aksi bersih-bersih lingkungan. Semua kompak bahu-membahu angkat sampah demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Sejak pagi, rombongan sudah berkumpul lengkap dengan sarung tangan, sapu, dan kantong sampah. Kepala sekolah pun gak ragu turun langsung memimpin aksi ini. “Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Yuk, kita bikin sungai ini bersih biar enak dilihat dan bebas dari penyakit,” ujarnya penuh semangat.

Sampah plastik, botol bekas, sampai sendal jepit nyasar berhasil dikumpulkan. Bahkan, ada yang nemu payung rusak! "Wah, siapa nih yang habis patah hati terus buang payung ke sungai?" celetuk seorang guru yang langsung bikin suasana makin seru.

Selain bersih-bersih, peserta juga dapet edukasi soal pentingnya menjaga sungai. “Air bersih itu sumber kehidupan. Kalau sungai kotor, bisa jadi sarang penyakit dan malah bikin banjir. Jadi, jangan biarkan sungai jadi tempat sampah raksasa!” ujar salah satu tenaga pendidik sambil menunjukkan botol plastik yang baru saja diambil dari air.

Setelah beberapa jam kerja keras, hasilnya langsung kelihatan. Sungai yang tadinya penuh sampah jadi jauh lebih bersih dan enak dipandang. “Wah, kalau begini terus, bisa nih jadi tempat healing gratis!” kata salah satu guru yang langsung disambut tawa peserta lain.

Meskipun anak-anak sedang libur sekolah, aksi ini tetap berjalan dengan penuh semangat. “Liburan bukan alasan buat diem-diem aja. Kita kasih contoh ke siswa kalau peduli lingkungan itu harus jadi kebiasaan, bukan sekadar tugas sekolah,” kata seorang guru yang ikut terjun langsung ke sungai.

Sebagai penutup, mereka memasang spanduk bertuliskan "Buang Sampah Sembarangan? No Way! Sungai Bersih, Hidup Sehat!" di sekitar sungai. Harapannya, warga sekitar juga ikut sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan aksi ini, SDN Salatiga 06 membuktikan kalau peduli lingkungan itu tugas semua orang, bukan cuma pemerintah. Jadi, kapan lagi bisa bersih-bersih sambil seru-seruan? Yuk, mulai dari sekarang!










Sabtu, 17 Juni 2023

Salatiga – Sabtu, 17 Juni 2023 menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi keluarga besar SDN Salatiga 06. Bertempat di Hotel Asril ABC Salatiga, acara Wasanawarsa dan Pelepasan Siswa-Siswi Tahun Pelajaran 2022/2023 berlangsung dengan penuh semangat dan kegembiraan. Dengan tema Menjadi Generasi Berakhlak Mulia, Selalu Bersinar, Meraih Prestasi, acara ini menjadi bukti bahwa para siswa siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan penuh percaya diri. Kepala Sekolah SDN Salatiga 06, Ibu Theresia Sri Rahayu, M.Pd., dalam sambutannya memberikan pesan mendalam kepada para siswa. “Jadilah generasi yang bersinar di mana pun kalian berada! Tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan mampu membawa kebaikan di lingkungan sekitar,” ujarnya dengan penuh semangat. Acara ini tidak hanya diisi dengan prosesi pelepasan, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan spektakuler dari para siswa. Mulai dari tari tradisional yang gemulai, paduan suara yang merdu, hingga drama musikal yang mengundang tawa serta tepuk tangan meriah dari para tamu undangan. Sungguh, suasana semakin seru dan mengesankan! Tak lupa, penghargaan diberikan kepada siswa-siswi berprestasi yang telah mengharumkan nama sekolah. Mulai dari prestasi akademik hingga non-akademik, semua dirayakan dengan penuh kebanggaan. Para orang tua yang hadir pun tampak tersenyum lebar, melihat anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan. Dengan berakhirnya acara ini, maka berakhir pula perjalanan para siswa di SDN Salatiga 06. Namun, seperti yang disampaikan oleh Ibu Theresia, ini bukanlah akhir, melainkan awal dari petualangan baru. Selamat melangkah ke jenjang berikutnya, generasi bersinar! Teruslah berprestasi dan membawa cahaya di mana pun kalian berada! #SDNSalatiga06 #GenerasiBersinar #Wasanawarsa2023